Perjuangan seorang anak dalam menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren modern bersama sahabat-sahabatnya yang berasal dari segala penjuru Indonesia. Pada awalnya Fikri sangat mengimpikan masuk kedalam pendidikan formal di SMU Kota Padang, namun sang Amak lebih mendukung bila Fikri masuk ke pondok pesantren. Dengan mengikuti saran dari pamannya yang berada di Arab Saudi, Fikri pun tergugah hatinya untuk mengikuti kemauan sang Amak. Rendai yang merupakan sahabat sekaligus saingannya dalam pelajaran mendapatkan apa yang diinginkannya dengan masuk ke SMU ternama di kota.Berbekal hati yang tinggal setengah, Fikri pun beranjak ke pulau Jawa untuk masuk ke sebuah pondok pesantren modern ditemani sang ayah dan si 'hitam'. Diawali dengan ceramah yang disampaikan oleh sesepuh ponpes menggugah dan membuka tekad Fikri untuk terus berusaha mewujudkan mimpinya dari ponpes ini.
Berbagai pengalaman unik dan menarik yang dialami oleh Fikri diceritakan dengan baik Ahmad Fuadi (penulis) membawa pembaca seakan merasakan bagaimana kehidupan ponpes yang ternyata berbeda dengan bayangan selama ini. Jujur saja, saya malah membayangkan kehidupan yang sebaliknya di ponpes. Penuh aturan dan kaku. Ternyata tidak juga, malah mengasyikkan dan penuh tantangan. Cerita soal "cinta" juga terselip dengan baik tanpa vulgar mengumbar kisah cinta yang biasa ada novel-novel lainnya. Alur yang maju mundur juga tidak membuat pembaca bingung tetapi malah menguatkan inti cerita.
Yang pasti buku ini sangat baik untuk dibaca oleh semua kalangan terutama anak remaja untuk membangkitkan gairah belajar dan tidak hanya dilihat dari dimana belajarnya saja tetapi bagaimana usaha dan pengalaman itu diperoleh.
0 komentar:
Poskan Komentar